Membangun kolaborasi peran swasta untuk mitigasi pencegahan Jakarta kurangi banjir atau BANG RANTA merupakan proyek inovasi yang saya bangun dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXXIV Tahun 2024.
Kita Ketahui, perubahan iklim menyebabkan peningkatan kejadian bencana Hidrometeorologi. Berdasarkan data BPBD Jakarta selama tahun 2023 sebanyak 325 telah terjadi kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang di Jakarta. Tak hanya itu, tingginya penduduk dan wilayah terdampak banjir di sepanjang bantaran sungai di Jakarta yang semakin memperparah keadaan. BPBD mencatat sebanyak 16.373 jiwa & 394 RT terdampak banjir akibat luapan sungai Ciliwung pada tahun 2020 yang merupakan peristiwa banjir besar di Jakarta. Padahal, Banjir juga menyebabkan kerugian ekonomi, seperti pada tahun 2020 diperkiraan kerugian ekonomi akibat banjir yang terjadi di awal tahun tersebut
sebesar 1 triliun rupiah.
Disisi lain, penanganan banjir dan bencana lainnya bukan merupakan tanggung jawab pemerintah saja, dalam manajemen bencana, ada yang disebut sebagai pentahelix kebencanaan yang menekankan kerja sama dan kolaborasi multi sektor dalam mitigasi maupun penanganan bencana. Dalam banjir mislanya, keterlibatan semua sekotor sangat diperlukan, karena terkait dengan besarnya anggaran. Berdasarkan informasi, bahwa untuk membangun 1 tower Rusun 18 lantai saja di butuhkan dana 500 miliar, belun lagi persoalan status tanah penyiapan fasos fasum, dll.
Dalam konsep bang RANTA GAGAH dan TAJIR, saya pernah membahas hal ini saat menjadi wakil walikota Jakarta Selatan dengan CEO Jababeka, Bapak Sd. Darmono. Beliau menawarkan konsep kerjasama, misalnya menata bantaran kali sungai. Nah, warga yang mendapatkan ganti untung dari pemprov atau pemkot akan coba ditawarkan perumahan di Jababeka yang memiliki lahan 5.900 ha di kawasan Cikarang, dan ini tidak hanya untuk Jababeka; mungkin pemprov DKI bisa menggandeng swasta lain seperti Agung Podomoro dll.

CEO Jababeka, Bapak Sd. Darmono.
Sumber: Google
Warga bantaran kali bisa mendapatkan fasilitas kredit KPR dari Bank DKI misalnya dan pihak swasta bisa bekerja sama dengan dinas koperasi UMKM dll memberikan pelatihan kewirausahaan kepada warga yang dipindahkan tersebut, termasuk pelatihan keterampilan untuk bisa mengisi lapangan kerja di puluhan pabrik kawasan industri.
Pemda tidak perlu membangun Rusun, warga mendapatkan pelatihan dan bisa dipekerjakan di hotel, restoran, dan lain-lain, serta yang pasti hidup lebih sehat dengan lingkungan tertata asri, tidak lagi dihantui banjir, tanah longsor, kekumuhan, rawan kebakaran, masalah sampah, dan lain-lain. Saya mengambil lokasi Rawajati; kebetulan Dinas SDA dan Pemkot Jaksel sedang mengadakan penataan bantaran kali sungai dan beberapa kali ditinjau oleh PJ Gub Heru Budi Hartono kala itu.
Di sisi lain, Pemprov Jakarta di era Bapak Gubernur Anies Baswedan pernah mengeluarkan kebijakan Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) yang memungkinkan Pemprov Jakarta menggalang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta, dalam membangun Jakarta dari aspek pemerintahan, pembangunan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Dalam kontestasi Pilkada Jakarta kali ini setidaknya 2 paslon juga sudah mengangkat pentingnya membangun Jakarta dengan melibatkan pihak swasta; hal ini sejalan dengan konsep perubahan diklat saya tentang BANG RANTA GAGAH dan TAJIR.
Pihak swasta nantinya bisa menyulap bantaran kali menjadi taman, balai rakyat, sarana olahraga, atau sanggar kesenian, sehingga sebagai insan BPBD, saya akan sangat bahagia dan bangga bahwa titik banjir bantaran kali sungai Jakarta menjadi berkurang dalam 5 tahun ini. Dibutuhkan kolaborasi kerja sama kementerian pusat, Bappenas, Pemprov Jakarta, dan pihak swasta dalam menata semua bantaran kali dan sungai. Tidak hanya di Ciliwung, Kali Cipinang, Krukut, Mokervart, Pesanggrahan, dan lain-lain bisa digarap bersama pengembang swasta lain.
Dalam waktu dekat saya akan mengadakan Focus Group Discussion membahas bagaimana peran stakeholders seperti pemerintah pusat dan pemda DKI Jakarta, pihak swasta (Jababeka Tbk), media, warga bantaran kali sungai, termasuk masukan dari kalangan akademisi sehingga hal ini menjadi best practices dalam menata dan mempercantik kawasan menuju Jakarta sebagai kota global.






Leave a Reply