Di semua kota di Jepang, kemudahan dan integrasi transportasi menjadi layanan penting dan strategis, jutaan orang memanfaatkan hampir 90% moda kereta api, disusul sisanya bus,taksi, dan kendaraan pribadi. Bahkan di beberapa yang saya singgahi seperti Hiroshima dan Nagasaki, mereka memiliki Trem yang uniknya, jalur mereka bersebelahan dengan bus, taksi dan kendaraan pribadi. Padahal tahun 1940 sampai 1960-an kawasan Kota Tua Jakarta pernah memiliki trem.

Setelah menginap di salah hotel dengan pelayanan self service kami diajak Kintan menuju Pulau Miyajima dengan menyebrangi kapal ferry (jadi inget ke pelabuhan merak-bakauheny Lampung), udaranya sangat dingin walau sudah pakai sarung tangan tapi tangan seperti membeku.
Selain menikmati matahari terbenam konon lokasi ini terbaik ke-3 di Jepang, kami juga sempat makan malam bersama keluarga. Oh ya di pulau ini saya sempet mengelus rusa yang berkeliaran bebas, rusanya sangat jinak, pendiam dan mau diajak ngobrol. Nah, kalau ini dokumentasi kami saat menyeberangi Selat Miyajima.











Leave a Reply