Merupakan suatu kebanggan bagi saya, karena telah mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dalam kegiatan Crisis Management Conference (CMC) Tahun 2024. Sebagai kegiatan tahunan, Crisis Management Conference tahun ini diadakan di Jakarta dengan tema besar “Meningkatkan Ketahanan Bencana Kota
Global.” Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan perwakilan dari 14 (empat belas) kota-kota anggota Network for Crisis Management dan kota-kota pengamat untuk berbagi wawasan, praktik terbaik, dan pendekatan inovatif untuk memperbaiki bencana, kesiapsiagaan dan respons sehingga meningkatkan ketahanan kota secara global. Sehingga peserta nya pun terdiri atas bervagai kota dan negara diantaranya ada Malaysia, Yangoon, Jepang, Belgia, Australia, Bangkok, Thailand, Durban, Phlipina, dll.

Dengan menggunakan studi kasus dari kota-kota berketahanan di seluruh dunia, konferensi ini akan membahas tantangan-tantangan yang dapat dipicu oleh bencana di lingkungan perkotaan dan menekankan pentingnya strategi yang komprehensif dan kolaboratif.

Dalam sesi diskusi, saya memaparkan soal bagaimana Jakarta telah berperan sebagai pusat perekonomian Indonesia dan akan mempertahankan fungsi ini ditengah ancaman perubahan iklim dan bencana.

Saya sampaikan bahwa, saat ini Jakarta sedang dalam perjalanan transformatif yang bertujuan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global yang tangguh dan layak huni. Upaya ini terlihat dari keberhasilan Jakarta dalam menempati peringkat ke-74 pada “Global Cities Report” tahun 2023.

Sebagaimana diketahui, Jakarta telah menjadi Ibukota negara Indonesia selama 79 tahun dan telah menyerahkan posisi ini kepada Nusantara dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022.

“Walaupun demikian, saya percaya, Jakarta akan tetap tumbuh dan berkembang sebagai pusat bisnis, keuangan, dan perdagangan nasional dan ragional menuju upayanya menjadi kota global.”

Karena strategisnya peran Jakarta dalam perekonomian nasional, termasuk Asia, kami telah memetakan tantangan utama dan cara mengatasinya melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Dalam beberapa cara untuk mencapainya, dianatranya melalui serangkaian upaya sebagai berikut:

  1. Pengembangan kota yang berorientasi padaangkutan umum
  2. Infrastruktur digital dengan mengoptimalkan layanan, dan pekerjaan jarak jauh
  3. Menyediakan perumahan layak huni
  4. Fokus pada perbaikan lingkungan
  5. Peningkatan penyediaan infrastruktur.

Saya sampaikan pula, Jakarta telah memiliki Rencana Penanggulangan Bencana dan rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim yang meliputi berbagai aspek dan indikator. Termasuk dalam penanganan bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim, misalnya penanganan banjir yang dilakukan dengan mitigasi struktural maupun non struktural.

Dalam kesempatan yang sama, saya sampaikan bahwa dalam penanggulangan bencana, pemerintah Jakarta melibatakan unsur pentahelix seperti media, pemerintah, swasta, masyarakat dan akademisi di setiap tahapan bencana baik prabencana, saat bencana maupun pascabencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah bekerja sama dengan lebih dari 260 organisasi/lembaga multisektor yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan.

One response to “Kebanggaan, Wakili Pemprov Jakarta Dalam Crisis Management Conference 2024”

  1. Didin Samsudin Avatar
    Didin Samsudin

    Salam sehat selalu Pak Haji komandan

Leave a Reply

Trending

Discover more from Isnawa adji.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading