Sambil berpayung ria dibawah guyuran hujan, kami berempat bersemangat berjalan kaki ke musium bom atom Hiroshima. Jaraknya sekitar 1km dr kami menginap. Ketika itu suhu 3°, kami berjalan dengan menggunkan jaket bomber, sarung, tapi tetap saja udara dingin masih tembus hingga tangan membeku.

Dengan biaya per orang 200yen (Rp. 20.000 ) dan penitipan loker koin sebagai deposit (uangnya balik lagi pas barang kita ambil) cukup terjangkau untuk ukuran museum modern dan spektakuler.

Jatuh dan meledaknya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945 silam tentu menjadi ingatan kelam tersendiri bagi warga Jepang. Gambaran-gambaran menyedihkan itu setidaknya tertuang di Museum Bom Atom Hiroshima.
Mengutip dari Expedia, museum Peringatan Perdamaian Hiroshima didedikasikan untuk mendokumentasikan dan menggambarkan peristiwa tragis bom atom yang terjadi di kota ini pada tahun 1945, serta seruan perdamaian. Dibuka pada tahun 1955, Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima ditujukan untuk menjelaskan dampak politik, sejarah, dan sosial bom atom, memberikan wawasan tentang kengerian peristiwa ini melalui kisah pribadi, benda milik korban, dan rekaman ilmiah. Bagaimanapun juga, seruan yang berlimpah di museum ini merupakan permohonan perdamaian internasional dan penghapusan senjata nuklir di seluruh dunia.
Bangunan modern ini didesain oleh arsitek Jepang, Kenzo Tange, sebagai bagian utama Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima. Mulai kunjungan Anda ke museum di bagian barat utama bangunan ini, yang fokus pada kerusakan akibat bom. Kerugian sipil dan penderitaan korban digambarkan dengan pedih melalui pajangan pakaian dan barang pribadi milik korban. Perhatikan ragam kerusakan pada berbagai material, termasuk batu dan logam. Ketahui kerusakan akibat ledakan, termasuk hujan hitam radiasi beracun yang mengenai korban yang selamat. Satu bagian fokus pada dampak katastrofe radiasi terhadap komunitas yang masih berlanjut hingga saat ini.
Bagian baru di sisi timur museum ini menggambarkan bidang politik dan sejarah pengeboman melalui panel gambar, wawancara dengan korban bom atom yang selamat, teks informatif dan testimonial dari tokoh terkemuka mengenai dampak kehancuran dari senjata nuklir. Bagian ini merupakan seruan perdamaian internasional dan penghapusan senjata nuklir.
Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima berada di sudut selatan Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima. Museum ini buka setiap hari hingga petang dan Anda perlu membayar tiket masuk. Brosur dalam beberapa bahasa tersedia di pintu masuk. Stasiun trem terdekat adalah Genbaku Dome-Mae dan Heiwa Kinen Koen.
Mengetahui ragam penderitaan korban yang dialami akibat bom mungkin akan sulit dipahami, namun museum ini menjadi tempat penting untuk kenangan, keteguhan, dan misi Hiroshima agar bencana nuklir tidak terjadi lagi. Luangkan waktu untuk menjelajahi Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima dan merangkum pengalaman Anda di tempat ini.
Singkatnya, musium menggambarkan kengerian dampak dari bom atom, sungai penuh dengan mayat yang badannya terbakar, mereka menceburkan diri karena badan mereka terbakar, berdarah dengan kulit badan dan kepala mengelupas. Beberapa saat setelah bom atom meledak, langit tiba-tiba gelap, korban bom atom yang terluka tiba-tiba haus, mereka menengadahkan kepala meminum air hujan, padahal air hujan juga sudah terkontaminasi radiasi dan zat kimia berbahaya.
Di setiap ruangan juga digambarkan bagaimana ibu terpisah dari anaknya, ayah dan keluarga dekat yang hilang, padahal mereka ada di jarak beberapa ratus meter dari epicentrum ledakan.
Musium ini juga memamerkan barang-barang korban bom atom seperi pakaian kerja, sekolah, seragam yang tercabik-cabik, tas sekolah, gelas, jam tangan, jam dinding, sepeda hingga beton yang menyisakan sisa kulit yg mengelupas.
Para pendatang dari luar Hiroshima yang akan masuk pun terkena radiasi setelah beberapa bulan seperti gatal, iritasi, kerusakan kulit, rambut hingga dampak reproduksi, dimana banyak anak-anak yang dilahirkan cacat, dll. Museum ini memberikan gambaran agar tak adalagi bom atom, cukup kota Hiroshima dan Nagasaki yang merasakan penderitaan perang.

Saya pun berkesempatan berfoto di bangunan ikonik sisa bom atom Hiroshima dan istri ikut membunyikan lonceng perdamaian dilokasi tersebut.

Saya langsung teringat dengan peristiwa di Palestina, semoga apa yang terjadi di Gaza bisa berhenti, zionis Israel harus menghentikan genocida dan tragedi kemanusiaan, belajarlah dgn Hiroshima. Hentikan Perang dan dunia harus mengutuk Israel!






Leave a Reply