Alhamdulillah selepas pengajuan cuti untuk menghadiri wisuda anak ke-2 kami, Kintan Maura Karisma Adji. Saya, istri dan Amel (sibungsu) segera mengurus kesiapan untuk ke Osaka, Jepang. Ini kali kedua saya bertemu anak di Osaka, walaupun ini adalah kunjungan ke-12 kalinya saya ke Jepang selain acara kedinasan.
14 Maret 2024 adalah hari bersejarah bagi Kintan karena hanya 1 dari 2 perwakilan Indonesia yang diwisuda Program D2 beasiswa Mombuso dari Kementerian Pendidikan Jepang, meski kintan harus merelakan dan melepas Sastra Jepangnya di Universitas Gadjah Mada atau UGM.
Alhamdulillah selama menjadi mahasiswa Osaka International Computer, Kintan meraih penghargaan di beberapa event lomba desain grafis, seperti logo Asean-Jepang, desain produk makanan, dan lain-lain. Selain itu, yang lebih membanggakan lagi bagi kami, Kintan juga berhasil menyisihkan rekan-rekan mahasiswa internasional dan mahasiswa Jepang untuk meraih beasiswa Design Grafis di Universitas Saga Prefektur Kyushu Fukuoka pada awal April ini. Tentu ada rasa bahagia, haru dan bangga menyaksikan putri kami di wisuda di salah satu gedung dekat OIC Osaka, dan anak-istri saya juga dengan bangganya menggunakan kebaya khas Indonesia.






Yang menarik, Kintan menceritakan bahwa teman-temannya berkomentar bahwa ayahnya Kintan terbilang masih muda dan ganteng, tidak seperti bayangan mereka semula yang terbayang tua dan gemuk, 😆😆😆.

Selepas wisuda, tugas saya, istri dan Amel si bungsu adalah mengantarkan dan urus kepindahan apartemen Kintan dari Osaka ke Saga. Kami harus menenteng beratnya koper berpindah dari Shinkansen, Japan Railway, pindah kereta lagi, berjalan kaki dalam kondisi berpuasa.








Kalau dipikir perjalanan dari Osaka jam 7 pagi dan sampai ke Saga jam 15 (walau sempat sholat Jumat di Fukuoka) adalah perjalanan yang melelahkan seperti Jakarta-Surabaya.
Alhamdulillah kami tiba di apartemen Kintan yang baru di Saga, lokasinya berseberangan dengan kampusnya. Kami pun mengabadikan berbagai momen berharga ini.



Saya jadi ingat dan merasakan bagaimana rasanya alm. ayahanda dan ibunda saya ketika menghadiri wisuda S2 kakak saya, Iskandar PN P.hD saat di UNSW Sydney Australia. Alfatihah untuk ayahanda Alm. H. Soetardi dan Ibunda Alm. Hj. Sriwati Pasinoe.






Leave a Reply