Setelah beberapa kali cek up dengan dokter di Kencana RSCM, saya dan istri memutuskan untuk konsultasi kesehatan di Sunway Hospital, Penang, Malaysia, pada 29 Juli 2026. Kami berangkat dari Bandara Soetta dengan Batik Air menjelang sore dan tiba di Penang saat maghrib. Waktu tempuh dari bandara ke Sunway biasanya 45 menit, tetapi karena kemacetan, perjalanan menjadi 2 jam, sementara di dalam mobil Toyota Hiace yang dipenuhi warga Indonesia, ada juga yang berasal dari Surabaya.

Dlm tulisan ini, saya tidak bermaksud membandingkan layanan kesehatan rumah sakit di Jakarta (saya sudah pernah dirawat di RS Siloam, Mayapada, dan RSCM), tetapi saya penasaran bagaimana Penang jadi destinasi “medical tourism”.

Melalui “medijoy,” kami dibantu paket layanan mulai dari penjemputan di bandara, penginapan dekat Sunway Hospital, hingga jadwal dokter dan antar ke Bandara Penang. Keunggulan Sunway Medical Centre Penang adalah:

  1. Sistem terintegrasi untuk pasien internasional: membantu dalam janji dokter, pengaturan pemeriksaan, administrasi, dan dokumen medis
  2. Spesialisasi lengkap: Sunway memiliki hampir 30 bidang spesialis, seperti jantung, kanker, dan ortopedi.
  3. Pendekatan “One stop”: pemeriksaan, konsultasi, tindakan, dan follow up dalam 1 sistem.
  4. Fasilitas dan teknologi modern: seperti pusat bedah robot, pusat stroke, kanker, dll.
  5. Kekuatan akan Budaya pelayanan pasien internasional
    Saya pun menyadari bahwa kota besar di Indonesia mulai memiliki berbagai keunggulan seperti di Penang

Setelah menginap di hotel dekat Sunway Hospital, saya tiba untuk pemeriksaan menggunakan kursi roda karena sudah membuat janji dengan dokter dan membawa rekam medis dari Jakarta. Dokter memeriksa hasil lab dan MRI. Setelah konsultasi dengan dua dokter, termasuk dokter ortopedi, saya menjalani pemeriksaan fisik dan diminta untuk melakukan MRI dan X-Ray dari kaki hingga kepala. Dokter akan menyampaikan diagnosis dari hasil pemeriksaan tersebut sore nanti.


Karena saya dari Indonesia dan waktu terbatas, sore itu saya diberi tahu hasilnya, di mana penggunaan steroid untuk autoimun dalam jangka panjang berdampak pada pengeroposan tulang belakang dan berpotensi menyebabkan TB tulang. Dokter tersebut menyarankan agar pengobatan dan perawatan tetap di Jakarta, karena di Penang memerlukan waktu lama dan biaya yang cukup tinggi.

Setelah kembali ke Jakarta, saya berkonsultasi dengan tim dokter di RSCM mengenai hasil MRI dan X-ray saya. Setelah pemeriksaan ulang pada awal Agustus, saya menjalani operasi tulang belakang yang mencakup pemasangan skrup titanium, di mana ditemukan infeksi serta saraf kejepit yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri. Alhamdulillah, saat ini saya sedang dalam proses pemulihan. Mohon doanya agar saya segera sehat kembali. Semoga cerita ini dapat memberikan wawasan dan masukan untuk saudara-saudara kita yang mengalami masalah saraf, tulang, dan kesehatan lainnya.


Aamin

Leave a Reply

Trending

Discover more from Isnawa adji.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading