Seringkali tutup botol minuman kemasan di Indonesia dibuang sembarangan dan tidak diperhatikan. Dulu, saat saya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, saya sering mengampanyekan 3R: reuse, reduce, recycle. Saya pernah meneliti konsep pembuangan sampah warga di Hiroshima, Kumamoto, dan lain-lain, yang intinya adalah pemilahan sampah. Sampah basah, kering, kaleng, dan botol kaca sudah dipilah dari rumah tangga, tidak dicampur-campur. Intinya, Jepang sangat bersih, tidak ada sampah berserakan di mana-mana, sungai bersih, tidak ada petugas yang membersihkan, trotoar bersih meskipun tidak ada tempat sampah, dan lain-lain.
Hiasan Tutup Botol Kereta Shinkansen
Ketika saya berada di stasiun Hakata, Fukuoka, tiba-tiba saya melihat hiasan dinding stasiun kereta Hakata yang ternyata terbuat dari ribuan tutup botol plastik. Inovasi yang keren, benar-benar menerapkan konsep 3R, teman-teman. Stasiun kereta kita juga bisa mencontoh hiasan 3R ini, baik dari tutup botol plastik, kain bekas, kaleng bekas, sedotan bekas, dan lain-lain, serta memberdayakan seniman lokal. Pasti akan terlihat keren.





Hiasan seperti ini juga dapat dipasang di sekolah yang berasal dari prakarya anak-anak sekolah, seperti anak pramuka misalnya. Semoga menginspirasi, ya.





Leave a Reply