Saya jadi mengenang perjalanan dan pengalaman perdana terbang ke San Fransisco, Amerika Serikat sendirian untuk misi kebanggaan Pemprov DKI Jakarta di tahun 2018.
Kala itu, kota Jakarta unggul sebagai pemenang global ajang We Love Cities 2018 yang diselenggarakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) serta kembali terpilih menjadi pemenang nasional One Planet City Challenge (OPCC). Dengan kemenangan tersebut, Jakarta menyandang gelar sebagai kota paling dicintai warganya dan mengalahkan sejumlah kota besar lainnya di dunia, termasuk Tokyo, Vancouver, dan Kuala Lumpur.

Untuk menjadi pemenang We Love Cities, Jakarta harus bersaing dengan 50 kota finalis dari 21 negara. Jakarta selaku pemenang kampanye We Love Cities 2018 dan pemenang nasional OPCC menerima sertifikat dan pengakuan global pada acara OPCC Global Awards Ceremony dalam rangkaian Global Climate Action Summit di San Francisco, Amerika Serikat pada 12 September 2018.

Saat itu, setelah Rapim yang dipimpin Gubernur Jakarta yang ketika itu dijabat oleh Bapak Anies R Baswedan, saya yang pada saat itu juga masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup melaporkan bahwa Kota Jakarta untuk pertamakalinya memperoleh penghargaan We loved City. Selain itu juga mendapatkan penghargaan One City Planet dari WWF. Kemudian, Pak Gubernur Anies menanyakan siapa yang berangkat ke sana? Saya sampaikan bahwa hanya 1 orang yang akan dibiayai akomodasi pemberangkatannya ke San Fransisco oleh WWF. Mendengar hal itu, Pak Anies berkata kurang-lebih seperti ini:
“Karena Pak Isnawa yang menggerakkan dan berhasil, ya Bapak yang kesana,” kata Pak Anies.
Jreng…! sayapun menyampaikan kesiapan pada saat itu.
Sejak hari itu saya sibuk deh urus visa ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Untungnya ada surat dari WWP sehingga urusan pengurusan visa jadi lebih mudah.
Keberangkatan pun tiba. Dari Jakarta, penerbangan mengharuskan untuk transit di Bandara Narita, kemudian setelah transitsaya melanjutkan penerbangan ke San Fransisco. Sungguh pengalaman pertama ke Amerika, apalagi terbang sendiri.
Tapi saya ‘gak kurang akal hahaha, dar Jakarta saya berkoordinasi dengan Konsulat Jendral RI di San Fransisco, alhamdulillah saya di jemput supir konjen, mobilnya keren lagi! sekelas Alphard gitu deh. Supirnya sempat bilang, kurang lebih seperti ini:
“Wah bapak rejekinya bagus nih, setelah Pak Jokowi dan Bu Sri Mulyani, yang ke-3 bapak nih yang naik, biasanya kalau tamu biasa mobilnya beda lagi,” katanya. Hahahaha
Pengalaman deg-deg an lain adalah saya harus sambutan di depan lebih dari 70 walikota se dunia. “Ampun deh, kadis LH Jakarta, mana ‘gak ada staf yang ikut dan ‘gak kenal siapa-siapa, kan ‘gak mungkin minta tolong walikota Durban, Berlin, Tokyo atau Johanesburg fotoin,” batik saya ketika itu, hahaha.







Surprisingly, saya juga sempat diwawancara Metro TV di City Hall San Fransisco sana, weiss.

Saya juga menyempatkan diri untuk berkeliling sendirian sambil membawa piagam penghargaan, mana pakai ransel, duduk di tepi pantai minum jus jeruk hahaha..sempet foto berlatar belakang Jembatan San Fransisco yang selama ini cuma lihat di bioskop dan TV aja. Oh ya, saya juga sampat melihat Lombard Street, keren dan unik. Saya juga saya sempet ke lokasi syuting film “The Rock” yang di bintangi Sean Conery dan Nicholase Cage. Filmnya tentang pelarian napi Alcatraz yg super ketat.
Selama 5 hari di sana, akhirnya saya pulang kembali ke Jakarta. Saat masih jetlag tapi langsung mengahdiri acara gerakan pungut sampah, seperti mimpi sudah di Jakarta lagi. Alhamdulillah setidaknya saya dan tim Dinas Lingkungan Hidup Jakarta dibantu teman, sahabat berkolaborasi mengukir sejarah baik untuk Jakarta.
Terima kasih untuk pembaca yang setia membaca tulisan saya ya, Sampai jumpa lagi di tulisan ya lain, see u!
Penghargaan WWP bisa dibaca melalui laman berikut ini: Jakarta sebagai pemenang We Love Cities 2018 – ANTARA News






Leave a Reply