Seumur umur, Alhamdulillah belum pernah merasakan sakit hingga di rawat di rumah sakit, tapi Allah SWT berkehendak lain, di 2 minggu lalu saya mengalami luka kecil di bawah jempol kaki sebelah kanan dan mengeluarkan darah. Saya pikir mungkin karena ujung sepatu yg menyebabkan “cantengan”, karena memang saya senang olahraga jalan pagi minimal 40 menit sekitar 5000 an langkah kaki (steps) dengan patokan Jam Tangan Garmin.
Hal luka ini saya diamkan, puncaknya saat jalan pagi bersama istri tercinta di Car Free Day Thamrin – Sudirman, mencapai 14 ribu steps, “kok beberapa kuku jari ikut berdarah? ” pikir saya saat itu. Saat berkesempatan mandi pagi di gedung Kwarda Pramuka Jakarta di Jl. Diponegoro Nomor 26 Menteng, Jakarta Pusat. Saya langsung berkesimpulan “Wah bahaya ini…”
Keesokan harinya saya konsultasi dengan dokter di salah satu RS (RS di PIK) saat kontrol dan disarankan untuk mengunakan antiseptik serta antibiotik. Begitu juga saat ke RSUD Tarakan, sempat di periksa di Poli Bedah dan Poli Kulit.
Karena semakin menjalar ke kuku jari yang lain, akhirnya pada 19 Mei 2024 malam, saya ke IGD RS Siloam Kebon Jeruk dianter Istri saya, Sari dan si sulung Nanda. Sebelumnya saya juga berkonsultasi dengan Om Very dan Tante Indras (Agen Asuransi Prudential) tentang apa yang harus saya kerjakan. Om Very mengingatkan untuk segera ke IGD karena sudah emergensi. Saya juga disarankan untuk menunda semua aktifitas kerja, dll.
Di IGD, saya mendapatkan pelayanan yang baik, cepat dan terkoordinir dengan rapi tentunya, dibantu Om Very yang terus memantau perkembangan dan mengkoordinasikan agen Asuransi Prudential di RS Siloam Kebon Jeruk ini. Sebagai pemegang Black Card, saya juga di tempatkan di Ruang VIP Hermon, pengalaman baru, lucu ketika berbaring dianter ke ruang rawat inap untuk di rawat.
Saya salut dengan manajemen penanganan kedokterannya, ada tim yg terdiri dari dokter kulit, dokter penyakit dalam dan dokter bedah, mereka diantara ada Captainnya (dr. Yeyen) dengan anggota dr. Agung, dr. Fecita Fan, dr. Sandra, mereka saling mempelajari riwayat penyakit dan penanganannya. Karena selain luka, hampir disemua jari ternyata saya mengalami seperti kulit melepuh di sekujur badan dan sariawan hebat di mulut yg indikasi awal mengarah ke Auto Imun.
Senin, 20 Mei 2024, saya masih di ruang perawatan dengan standar pengecekan gula darah, tekanan darah, detak jantung, pernapasan secara rutin tiap 3 jam dan Selasa sore (21 Mei) pukul 15 sampai 18, dilakukanlah operasi terhadap kuki jari yang sudah berdarah.


Di temani Istri tercinta, di tengok Nanda dan Amel dari Jatinangor
Saya berterima kasih, selama sakit dan dirawat, saya ditemeni istri yang telaten merawat, mengurusi Sang suami tercinta. Sari dan anak-anak tersayang Nanda, bahkan si Mahasiswi UNPAD Jatinangor, Amel bela-belain pulang long weekend by travel untuk menengok ayahnya sambil membawa oleh-oleh “Tahu Sumedang”





Ucapan Ulang Tahun dari PJ. Gubernur, ramainya WA ucapan dan Surprised dari Perawat dan Dokter
Setelah operasi dan dirawat, meski selalu sholat 5 waktu di tempat tidur dan berhasil khatam Quran, ada rasa haru, sedih campur aduk saat mau memasuki hari Jumat, 24 Mei. Teringat kenangan akan ibunda Alm. Ibunda Hj. Sriwati dan ayahanda Alm. H. Soetardi, tentunya juga kembaranku Alm. Istining Maesaroh, semoga Allah SWT lapangkan kuburnya, ditempatkan di Surga-Mu Ya Robbi.
Saya dengar nafas anak, istri yang tertidur pulas di ruang rawat inap dan sesekali saya di bangunkan untuk kembali di cek gula darah, tensi meter, suhu dan pernafasan, hmmhmm sembari merasakan jari pasca operasi yang cenut cenut.
Tetiba pagi pas hari Ulangtahun, istri tercinta langsung mencium setelah sholat Subuh sambil ucapkan Selamat Ulangtahun, baru deh terasa bergetar rasanya, termasuk si Amel anak UNPAD turut memeluk dan mencium ayahandanya. Ada rasa haru, ulang tahun di RS seperti ini.
Saya juga kaget, surprised, ternyata Bapak Heru Budi Hartono, Pj. Gubernur (padahal Sabtu hari libur) mengirimkan Bunga dan Kartu Ucapan Ulangtahun ke kantor, Terima kasih staf saya, Bang Kholik yg mengabarkan dari kantor saat lembur.

Perawatan di RS saya tidak menginformasikan perihal sakit saya ini ke staf atau kerabat, karena saya harus fokus dengan pemulihan kesehatan pasca operasi dan kesehatan badan selama ini.
Ada yang menarik, selain kunjungan beberapa teman dekat seperti agen asuransi yang “the best” Om Very, Tante Indras, Kak Tamy, Mas Sandy, Kang Wawan, ada juga kehadiran tim perawat dan dokter yang ikut memberikan kue Ultahnya. Surprised!



Alhamdulillah, hampir semua keluarga besar, para pejabat, jajaran BPBD, teman SD Tebet timur, SMP 73, SMA 26 sampai Purna Praja STPDN, IIP Kemendagri, Pasca Sarjana Program S3 IPDN, sahabat komunitas, pembina pelatih, LMK, lurah, camat, pengurus Pramuka se Jakarta, Komite Sepeda Indonesia, PMR, dll mengucapkan Ulang Tahun dan mendoakan saya baik dari pagi sampai malam hari, Masya Allah terima kasih saya ucapkan.
Sahabat saya berdoa kepada Allah SWT agar di usia ini saya diberikan kesehatan, keberkahan, kebahagiaan dan mendapatkan Lindungan Allah SWT, bisa terus berbuat baik kepada siapapun selagi mampu. Terima kasih kepada semua pembaca, mohon maaf ya kalau ada kesalahan.
Sabtu subuh, 25 Mei, pukul 04.30, dari Ruang Hermon RS. Siloam Kebon Jeruk, persiapan Sholat Subuh
Alhamdulillah sabtu ini bisa pulang untuk rawat jalan. Sehat, sehat, sehaaat!
Pelajaran berharga untuk menjaga kesehatan, menjaga pola makan, olahraga teratur, mengendalikan stres menjadi kata kunci, untuk kita bisa menata diri.
Ka.Kwarda dirawat Suster DKR Pramuka
Ada yang menarik, salah satu suster yang tugasnya membersihkan luka, melap badan saya bertanya “Bapak Pramuka juga ya?” saya jawab “Iya, kok tahu?” katanya itu ada bunga ucapan ulangtahun dengan seragam Pramuka. Sang suster bercerita dengan bangganya pernah menjadi DKR (Dewan Kerja Ranting) Kecamatan Kebon Jeruk dan dia bangga merawat Ka.Kwarda Pramuka Jakarta! Luar Biasa.






Leave a Reply to Mohamad FitrohCancel reply