Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPD) DKI Jakarta akan melakukan pemantauan penggunaan listrik di rumah warga. Langkah itu dilakukan menyusul maraknya kejadian kebakaran di Ibu Kota. Hasil pengamatan sementara ditemukan bahwa tak sedikit rumah warga ternyata aliran listriknya tidak sesuai.

BPBD juga menggandeng instansi terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamtan t, PLN, Konsuil, Akli, Satpol PP, Pemkel, Kecamatan, hingga Pemerintah Kota (Pemkot).

Adapun pemantauan tersebut akan diprioritaskan di permukiman warga yang memang kerap dilanda kebakaran akibat arus pendek listrik.

Dari data yang dicatat BPBD, penyumbang tertinggi angka kebakaran berada di Jakarta Barat, yakni Kelurahan Cengkareng Timur, kemudian di kawasan Tambora.

Diketahui, sedikitnya, terjadi 489 tragedi kebakaran di wilayah DKI Jakarta sejak awal Januari hingga Agustus 2023 tahun ini.

Mayoritas kebakaran dikarenakan korsleting listrik hingga menimbulkan api.

Bahkan penyumbang penyebab kebakaran terbesar di Provinsi DKI Jakarta selama tiga tahun belakangan ini dikarenakan korsleting listrik. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang penggunaan listrik disinyalir menjadi salah satu faktor.

Terlebih masih banyak ditemukan rumah warga yang memang instalasi listrik di rumahnya telah usang.

“Potensi bencana kebakaran di DKI Jakarta dikarenakan pemukiman padat penduduk dan kurangnya kepekaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran,”

Maka dari itu, BPBD DKI Jakarta mendorong hingga mengajak pihak terkait untuk bersama-sama menanggulangi masalah ini.

Salah satu cara yang dilakukan yakni melakukan pemantauan penggunaan listrik yang sesuai aturan.

“Menggerakkan RT, RW, tokoh masyarakat dan relawan kebakaran terus edukasi kawasan aman kebakaran.”

Diolah dari berbagai sumber:

Leave a Reply

Trending

Discover more from Isnawa adji.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading