Perjalanan hidup memang penuh lika liku, pasang dan surut, nyaman dan kurang nyaman, dll. Itulah suka dan duka menjadi ASN, sejak jadi CPNS tahun 1992 di Setjen DDN, saat ini Kemendagri hingga 33 tahun kemudian di BPBD DKI Jakarta.
Saya masih inget pengalaman saat menjadi kepala sub bagian, Kasubag Perangkat Wilayah dan Hubungan Antar Lembaga Bag. Administrasi Wilayah Jakarta Barat (2002-2005),
saat itu saya nangani Dewan Kota, Dewan Kelurahan, RT dan RW di 8 Kecamatan dan 56 kelurahan, hampir semua Lurah minta saya menjadi pembicara, Narasumber tentang tugas dan peran RTdan RW, serta Dewan Kelurahan hingga Dewan Kota. Awal jadi Narsum yaa grogi, gemeter, ngga PD ya diusia 29 atau 30 harus ngajari pengurus RT, RW, Dekel yang lbh tua, senior dan kritis, kegiatan yg suka digelar Lurah umumnya di hotel di kawasan puncak, pake bus mungkin sekalian pembinaan wilayah dan hiburan yaa.

Saat jadi pembicara, saya tuh ngga pulang, berangkat jumat pulang minggu sore, yah keliling dari hotel yang satu ke hotel yg lain selama 4 tahun jadi kemampuan Bicara, memahami masalah, tanya jawab semakin PD, semakin berani diskusi, jaman itu masih dapat honor yang variatif dr 500ribu-1 juta.. Rejeki ngga kemana walau peluangnya suara serek dan kudu minum jahe panas.. Hehehe
Ya sejak itu jadi terbiasa ngomong, sambutan sejak jd Camat, Kepala Dinas, Wakil Walikota sd di BPBD.

Setelah 3 tahun di BPBD, sudah dapat Doktor bidang Pemerintahan, Saya mulai terpikir ingin bisa ngajar, dialog, diskusi dan transfer knowledge pengalaman, cerita, best practises saya kepada aparat wilayah.
Saya menyadari bahwa era saya berbeda dgn Gen Z tp saya punya keyakinan bahwa hal universal dan nilai-nilai masih bisa diceritakan dan ditularkan.

Test Widyaiswara
Setelah menyampaikan keinginan tersebut ke Pak Sekda, ternyata juga diamini Bapak Gubernur.. Jadilah usulan dan Persyaratan administrasi saya lengkapi. Minimal pangkat IV saat ini menjabat Eselon II, karena Saya mengajukan ke Calon Widyaiswara Utama di LAN RI.

Tibalah informasi saya akan ikuti Uji kompetensi Jabatan Fungsional Melalui Perpindahan dari Jabatan pimpinan Tinggi (JPT).
Saat itu yg ikut test dr berbagai instansi, ada dr Pemprov Jawa Timur, Staf Ahli Kementerian, dll sebanyak 10 orang pejabat Eselon II semua.

Tibalah waktunya test, saya inget banget di tgl 29 september ada uji sertifikasi, computer assisted test, ujian tertulis, dan upload bahan uji kompetensi melalui ASN unggul.
Ohiya, kita juga wajib upload portofolio kita dan kita di tanggal 30 September akan diuji, cara presentasi serta uji portofolio kita oleh Asesor LAN. Yang menantang adalah kita diwajibkan buat semacam makalah on the spot dan ngetik sendiri hahaha.

Ujian Kompetensi

Sahabat semua, ujiannya cukup ketat, saya sampai belajar siang malem, tahu ngga guys, selain portofolio, kita diminta buat rancangan pelajaran atau RBPMP dan RP mata pelatihan manajerial, teknis fungsionalsetta proposal orasi ilmiah.. Hmmm cukup menguras otak yaa, dan ngga kaleng kaleng..

Horeee Lulus..
Setelah lama penantian, dag dig dug der.. 3 bulan ga ada info (untung ga 3x puasa, 3x lebaran.. Bang Toyib) Desember 2025, Alhamdulillah wal Syukurillah saya dinyatakan lulus dan LAN Keluarkan Rekomendasi Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Widyaiswara..

Semoga nantinya saya bisa ngajar dan berikan perspektif pemerintahan bagi kader masa depan, aamiin.

Surat Rekomendasi Pengangkatan Jabatan WI

Terima kasih LAN RI, semoga Bapak Gubernur bisa memberikan rekomendasi saya untuk menjadi widyaiswara di BPSDM DKI Jakarta.. Belajar dengan Widyaiswara lain, terus belajar dan meningkatkan kompetensi dan mengamalkan ilmu yang bermanfaat.

One response to “Saya Ingin Mengajar Lagi”

  1. Sukses Selalu Pak Isnawa

Leave a Reply

Trending

Discover more from Isnawa adji.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading