Di hari ketiga, Sabtu, 14 Juni 2025, ditemani istri tercinta, saya menghadiri pameran Indo Defence 2025 di JI Expo Kemayoran. Waktu 4 hingga 5 jam sepertinya tidak cukup untuk meng explore rasa haus dan penasaran saya melihat berbagai alutsista, teknologi, modernisasi kelengkapan tempur, sampai dengan kesiapan kedaruratan bencana (cocok untuk orang BPBD juga).
Gelaran pameran ini dimulai sejak 11 Juni 2025. Mengutip Antara, kegiatan ini diikuti oleh 1.180 perusahaan industri dari 55 negara dan menghasilkan 55 MOU serta 17 nota kerjasama pertahanan.


Dimulai dari melihat seragam lapangan TNI dari berbagai matra serta kepolisian, perlengkapan tempur terkini disertai teknologi terbaru membuat decak kagum; tidak sedikit keberhasilan anak bangsa yang berhasil memproduksi bahkan sudah diekspor ke berbagai negara.



Dari seragam, saya melihat berbagai persenjataan, mulai dari pistol, senapan serbu, sampai pelontar granat dan peluncur roket dengan aneka peluru, mortir, granat, dan lain-lain. Haduh! jadi ingat film-film perang.




Disini saya juga merasakan feel memegang senapan serbu, jadi sniper (kayak bisa aja hahah) sampai yang kaliber 12,7mm.




Yang buat saya juga kagum adalah ranpur dan rantis yang dipamerkan, bahkan kebanggaan kita ada yang sudah dipakai di beberapa negara Asia Selatan dan Eropa.









Rasa kagum dan terkesima juga melihat jet tempur milik perusahaan seperti Lockheed Martin, Boeing, dll seperti Rafale, KX, Sukhoi, helikopter Apache, dll keren abis. Tidak hanya itu, berbagai teknologi juga ditampilkan dalam mendukung perang baik konvensional maupun teknologi, penggunaan IA, drone, dll juga mengemuka.
Oh ya, saya sempat juga berfoto dengan tim BNPB, melihat kendaraan rescue, dapur lapangan, dan mitigasi kebencanaan.




Demikian curhat hasil melihat gelaran Indodefence 2025, meski kaki pegal dan lumayan capek tapi terbayar lunas dengan kebahagiaan melihat alutsista modern dunia, dari USA, UK, Bulgaria, Jepang, Prancis, Norwegia, Italia, dll.











Leave a Reply