Selama 12 kali saya mengunjungi Jepang, baik di Tokyo, Kyoto, Osaka, Kobe, Gifu, Kumamoto, Nagasaki, sampai dengan Fukuoka, saya selalu terkagum-kagum dengan penataan kota yg terintegrasi dengan moda transportasi seperti bandara, stasiun kereta (hingga 4 lapis), terminal bus, pusat perbelanjaan, jajanan, kuliner, hingga hotel.


Yang cukup menarik perhatian saya adalah di berbagai tempat, iklan komersial, iklan himbauan pemerintah atau iklan layanan masyarakat tersebar di hampir semua lokasi titik berkumpulnya massa termasuk di kereta, bus, taksi, mall/pusat perbelanjaan, sehingga mampu menjangkau khalayak ramai.

Sebuah hal yang saya temukan sebagai traveller, semua stasiun kereta, bus, bandara, pelabuhan di semua kota di Jepang menyediakan loker penyimpanan koper berbayar, mulai 400 yen untuk koper kecil, 600 yen koper sedang dan 800 yen koper besar.
Jadi kita gak mesti harus bawa-bawa koper, cukup titipkan, dan nanti bisa diambil lagi. Tentunya syarat ketentuan berlaku yaa, ‘ga boleh berisi bahan yangbmudah meledak, berbau, dan lain-lain.



Menarik lainnya, setiap melewati stasiun kereta, ada petugas sensus atau petugas statistik yang mencatat aktifitas orang dan barang. mereka menggunakan tenaga statistik untuk melakukan analisis sebagai bahan evaluasi untuk berbagai sektor seperti makanan/minuman, penjualan barang, data pengguna transportasi, dan lain sebagainya.







Leave a Reply